Berita
Estimasi Baca: 3 Menit

PERINGATI MAULID NABI MUHAMMAD SAW 1448 HIJRIAH, SECARA VIRTUAL BERSAMA SELURUH PENGADILAN NEGERI SE-WILAYAH HUKUM ACEH

HU

Humas

02 Nov 2026 Dilihat 6 kali

Banda Aceh, 2/11/2026 - Pengadilan Tinggi Banda Aceh menyelenggarakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah secara virtual melalui aplikasi Zoom Meeting dengan melibatkan seluruh warga peradilan pada 22 Pengadilan Negeri se-wilayah hukum Pengadilan Tinggi Banda Aceh pada hari Senin, tanggal 2 November 2026. Kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi, memperkuat kebersamaan, serta meningkatkan keteladanan aparatur peradilan terhadap akhlak dan kepemimpinan Rasulullah SAW.

Kegiatan tersebut dihadiri secara langsung oleh Ketua Pengadilan Tinggi Banda Aceh, Dr. Sutio Jumagi Akhirno, S.H., M.Hum., bersama Wakil Ketua, para Hakim Tinggi, Hakim Ad Hoc, pejabat Kepaniteraan, jajaran Kesekretariatan, staf, serta ibu-ibu Dharmayukti Karini. Sementara itu, seluruh satuan kerja Pengadilan Negeri di wilayah hukum Pengadilan Tinggi Banda Aceh mengikuti rangkaian acara secara daring dari satuan kerja masing-masing.

Acara diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara, dilanjutkan dengan lantunan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW dan doa bersama. Puncak acara diisi dengan tausiah agama yang disampaikan oleh Ustadz Masrul Aidi, Lc., M.A., Pimpinan Pesantren Babul Maghfirah, Cot Keueung, Aceh Besar. Dalam ceramahnya, beliau mengulas keistimewaan Nabi Muhammad SAW sebagai Imamul Anbiya wal Mursalin, yakni pemimpin para nabi dan rasul, serta mengajak seluruh peserta untuk menjadikan kehidupan Rasulullah sebagai teladan dalam menjalankan kehidupan sehari-hari.

Ustadz Masrul Aidi menekankan bahwa salah satu misi utama diutusnya Nabi Muhammad SAW adalah menyempurnakan akhlak manusia. Hal tersebut sebagaimana terkandung dalam hadis, “Innama bu'itstu li utammima makarimal akhlaq”, yang berarti sesungguhnya Rasulullah diutus untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak. Pesan tersebut mengingatkan bahwa ilmu pengetahuan perlu diiringi dengan akhlak yang baik, karena kemuliaan seseorang tidak hanya tercermin dari pengetahuannya, tetapi juga dari perilaku dan cara memperlakukan sesama.

Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa kepemimpinan Rasulullah SAW senantiasa mengedepankan dua hal mendasar dalam kehidupan masyarakat, yaitu memberikan rasa aman dan menghilangkan rasa lapar. Kedua prinsip tersebut mencerminkan kasih sayang dan kepedulian Rasulullah terhadap seluruh umat manusia, sekaligus menjadi wujud nyata ajaran Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam (Rahmatan Lil 'Alamin).

Untuk menggambarkan keteladanan tersebut, Ustadz Masrul Aidi turut menyampaikan kisah Rasulullah SAW ketika bertemu dengan seorang budak perempuan yang sedang mengalami kelaparan dan ketakutan. Rasulullah hadir memberikan pertolongan sehingga perempuan tersebut memperoleh rasa aman dan terbebas dari kelaparan. Kisah ini menjadi pengingat bahwa kepemimpinan sejati harus dilandasi kepedulian, kasih sayang, dan keberpihakan terhadap mereka yang membutuhkan.

Selain membahas kepemimpinan dan kepedulian sosial Rasulullah SAW, tausiah juga mengangkat kehidupan rumah tangga Nabi Muhammad SAW yang harmonis bersama istri-istri beliau. Keteladanan tersebut menjadi pelajaran mengenai pentingnya membangun keluarga yang dilandasi kasih sayang, penghormatan, tanggung jawab, dan keharmonisan.

Setelah rangkaian tausiah selesai, kegiatan dilanjutkan dengan tradisi khas masyarakat Aceh dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, yaitu santap bersama Idang Bu Kullah. Tradisi ini tidak hanya menjadi bagian dari kekayaan budaya masyarakat Aceh, tetapi juga mengandung nilai kebersamaan, kekeluargaan, dan rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT.

Meskipun dilaksanakan secara virtual, tradisi santap Idang Bu Kullah tetap dilaksanakan oleh para peserta di satuan kerja masing-masing. Hal tersebut menunjukkan bahwa keterbatasan jarak dan perbedaan lokasi tidak mengurangi semangat kebersamaan keluarga besar peradilan di wilayah hukum Pengadilan Tinggi Banda Aceh.

Melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah ini, diharapkan seluruh aparatur peradilan dapat semakin menghayati nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW, khususnya dalam menjaga akhlak, mengedepankan integritas, menumbuhkan kepedulian, serta memberikan pelayanan yang adil dan humanis kepada masyarakat. Nilai-nilai tersebut diharapkan senantiasa menjadi landasan dalam pelaksanaan tugas dan tanggung jawab sebagai aparatur peradilan.

Galeri:

Gallery ImageGallery ImageGallery ImageGallery ImageGallery ImageGallery ImageGallery ImageGallery ImageGallery Image